Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech
Super User

Super User

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Selatan

 


Palembang, sumsel.kpu.go.id


Memperingati 20 Mei Hari  Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 110, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Selatan (Sumsel) menggelar upacara bendera, Senin (21/5/2018) di halaman sekretariat KPU Sumsel.


Pelaksanaan upacara tersebut dilakukan sesuai dengan surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 596 Tahun 2018 tentang Pembentukan Panitia Penyelenggara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 110 Tahun 2018.


Dengan tema 'Pembangunan Sumberdaya Manusia menperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia di Era Digital'.


Ketua KPU Sumsel Aspahani selaku inspektur upacara mengimbau agar momen Harkitnas ini menjadi spirit bagi KPU Sumsel dan semua masyarakat untuk bangkit, mewujudkan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 yang berkualitas. 


"Jadilah bagian dari catatan sejarah dalam memilih pemimpin yang berkualitas," katanya.


Dari pantauan sumsel.kpu.go.id, ikut hadir dalam upacara tersebut, komisoner KPU Sumsel Ahmad Naafi, Alex Abdullah, Liza Lizuarni dan Heny Susantih. Kemudian Sekretaris KPU Sumsel Sumarwan, para Kabag dan segenap pegawai di komisariat KPU Sumsel.


Ratusan peserta terlihat khidmat mengikuti rangkaian upacara Harkitnas 110 di sekretariat KPU Sumsel.


(Mhq/KPU-Sumsel/Hupmas)

Palembang 

Hari terakhir perbaikan berkas Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, tim pemeriksa dari KPU Sumsel menerima dan memriksa berkas perbaikan hingga pukul 24.00 wib, Ahad (20/5/2018).

 

Dari 24 Bakal Calon (Balon) DPD yang berkasnya belum memenuhi syarat, hingga pukul 21.30 wib, sudah ada 20 Balon yang menyerahkan perbaikan berkas. "Kami masih menunggu hingga pukul 24.00 wib, ada 4 balon DPD lagi yang belum menyerahkan berkas perbaikan," kata Alex Abdullah, komisioner KPU Sumsel Devisi Hukum, Ahad (20/5/2018).


Dia melanjutkan, berkas perbaikan tersebut akan dilakakan penelitan administrasi ulang, mengecek jumlah dukungan yang dibubuhkan KTP elektronik.


"Dijadwalkan 25-29 Mei berita acara hasil perbaikan berkas akan diserahkan ke masing-masing pasangan calon," jelasnya.


Dari hasil pemeriksaan perbaikan ini, akan ditetapkan berkas tersebut Memenuhi Syarat (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Bagi yang TMS akan gugur dengan sendirinya, sedangkan yang MS lanjut ke tahapan perivikasi faktual. Mengambil sample 10 persen dari jumlah dukungan MS untuk diperiksa secara faktual di lapangan.


"Petugas akan mengecek pemilik KTP dukungan itu, apakah orangnya benar-benar ada dan memberikan dukungan," katanya.


Setelah semua tahapan pemberkasan dilalui dan dinyatakan lengkap syarat, Balon DPD berhak mendaftarkan diri sebagai calon.

"Pendaftaran akan dibuka, 9-11 Juli 2018, mendatang," katanya.


(mhq/KPU-Sumsel/Hupmas)

 

 

Palembang, sumsel.kpu.go.id

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel bakal menggelar debat kandidat tahap II yang disiarkan secara live di stasiun TV sawasta nasional, 21 Juni 2018 mendatang.


Pada debat II ini, KPU Sumsel akan fokus menggali persoalan terkait korupsi, pembangunan dan menguji program Paslon secara detil.


Hal ini dinyatakan pada rapat pleno komisioner KPU Sumsel dengan perusahaan pemenang lelang, Jumat (18/5/2018) di ruang rapat KPU Sumsel.

 

"Kami akan undang orang yang ahli di bidang ini, sebagai panelis. Diantaranya dari KPK dan Bappenas," ujar ketua KPU Sumsel Aspahani didampingi Komisioner Devisi SDM dan Parmas Ahmad Naafi dan Sekretaris KPU Sumsel Sumarwan, saat rapar kordinasi dengan pemenang tender debat kandidat Pilgub Sumsel tahap II, Jumat (18/5/2018).


Aspahani melanjutkan, persoalan korupsi sedang marak saat ini, masyarakat butuh melihat seperti apa rencana Paslon dalam menaggulangi korupsi. Selain itu, panelis juga akan menggali lebih spesifik program unggulan paslon.

 "Panelis akan menggali, apakah program itu masuk akal untuk dilaksanakan atau hanya keinginan Paslon saja. Hal ini bisa menjadi refrensi masyarakat dalam melakukan penilian, " ungkapnya.

 

Ditambahkan Ahmad Naafi, kalau pada debat sebelumnya KPU Sumsel menggunakan 4 panelis dengan komposisi 1 panelis nasional dan 3 lokal. Untuk debat tahap dua ini akan melibatkan 3 panelis nasional dan 3 panelis lokal. 


"Agar berimbang isu lokal dan nasional, seperti dilibatkan nya Bappennas untuk melihat sinkronisasi pembangunan nasional dan daerah," ungkap Naafi.


Dia melanjutkan, KPU Sumsel menyiapkan sedikitnya 600 undangan untuk acara debat tersebut. Diantaranya terdiri dari, 75 anggota DPRD Sumsel, 17 anggota DPR RI dapil Sumsel, 17 kepala daaerah, Ketua dan sekretaris KPU Kabupaten/kota, FKP, pendukung paslon, tokoh dan masyarakat Sumsel lainnya.

"Guna kemanan selema debat, pihak kepolisian akan membuat pola penjagaan berlapis," jelasnya.


Sementara itu sekretaris KPU Sumsel Sumarwan mengatakan, khusus untuk tim pendukung Paslon, direncanakan akan diperbanyak. Sebelumnya 50 orang pendukung per paslon, kali ini 60-65 orang per pasangan calon. 


"Tapi ini baru rapat perdana, akan dibahas lagi seperti apa finalnya nanti," singkatnya.


(mhq/KPU-Sumsel/Hupmas)

Palembng, sumsel.kpu.go.id
Surat suara Pemilihan Gubernur Sumsel dijadwalkan rampung dicetak, akhir Mei ini. Sekarang, proses pencetakan tengah berlangsung di  percetakan PT Temprina, Bekasi.


Komisioner KPU Sumsel Ahmad Naafi mengatakan, peoses pencetakan surat suarat suara sudah dimulai sejak 15 Mei 2018 lalu, setelah melalui lelang katalog.


"Dijadwalkan 28 Mei ini akan masuk masa finishing,"  katanya Kamis (17/5/2018).


Naafi melanjutkan, monitoring terhadap proses ini termasuk pengamanan surat suara menggunakan microtext di setiap surat suara, sudah dilakukan oleh komisioner KPU Sumsel, Polda Sumsel dan sekretariat yang ditunjuk. "Setelah rampung dicetak, akan dilakukan pengepakan dan langsung didistribusikan oleh pihak percetkan ke 17 kabupaten/kota se Sumsel, 30 Mei sampai 2 Juni," jelas mantan jurnalis tersebut.


Sementara itu ketua KPU sumsel H Aspahani mengatakan surat suara akan disebar di KPU kabupaten/kota sebelum didistribusikan kepada PPK dan PPS hingga KPPS. "Bahkan beberapa perlengkapan TPS sudah ada yang diterima oleh KPU kabupaten/kota di Sumsel," singkatnya.


(Rel, KPU)

Bekasi, sumsel.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan melakukan monitoring pencetakan surat suara Pemilihan Gubernur Sumsel di percetakan PT Temprina, Bekasi, Senin (16/5/2018).

Ketua KPU Sumsel H. Aspahani yang juga komisioner divisi Keuangan dan Logistik didampingi komisioner divisi SDM dan Parmas Ahmad Naafi mengatakan, berdasarkan pantauan mereka di percetakan, proses pencetakan surat suara tengah berlangsung, ada beberpa persen suray suara yang telah selesai dicetak.
"Dijadwalkan akhir Mei ini Surat suara sudah bisa dikirim ke Sumsel kemudian didistribusikan ke masing-masing daerah, untuk disortir dan dilipat," jelasnya, Selasa (17/5/2018)
Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan, proses pencetakan surat suara diawasi langsung oleh tim dari KPU Sumsel, Bawaslu dan pihak kepolisian, hingga pengiriman ke Sumsel.

"Saat penyortiran dan pelipatan nanti, tim dari maaing-masing pasangan calon juga dilibatkan," katanya.


Dia menambahkan surat suara dicetak berdasarkan design yang sebelumnya telah ditanda tangani oleh masing-masing pasangan calon. Jumlah surat suara yang dicetak sesuai  angka Daftar Pemilih Tetap (DPT) 5.649.682 lembar ditambah 2,5 persen untuk surat suara tambahan.


"Surat suara akan didistribusikan ke 16.899 TPS di 17 kabupaten/kota, 234 kecamatan dan 3.238 desa/kelurahan,"paprnya.


(mhq/KPU-Sumsel/Hupmas)

Palembang, sumsel.kpu.id - Hari kedua bimbingan teknis (Bimtek) pelatihan operator Sistem Perhitungan Suara (Situng) KPU Sumsel, para peserta mulai melakukan praktek scane dan input data perhitungan simulasi hasil pemilihan Gubernur Sumsel, Selasa (15/5/2018) di hotel 101 Palembang.


Didampingi oleh pemateri dari Biro Tekmas KPU RI dan Pusilkom Universitas Indonesia, para peserta dikondisikan seakan pencoblosan telah berlangsung dan melakukan perhitungan hasil pemiliham di wilayahnya.


Dengan memegang laptop masing-masing dan contoh kertas formulir C1, melakukan proses  rekapitulasi  hasil pemungutan suara dengan  Situng pindai, rekap, aggregator, web dan entry.


Komisioner KPU Sumsel devisi teknis Liza Lizuarni mengatakan, para operator peserta Bimtek Situng ini ditatar langsung oleh ahlinya, terkait teori dan simulasi aplikasi tersebut.

"Dengan harapan saat pelaksanaan sebenarnya nanti, mereka bisa  sigap dan tau yang harus dilakukan di lapangan nanti," jelas Liza.

 

Dia melanjutakn hasil  Situng ini akan digunakan sebagai data pembanding kepada masyarakat.

Akurasi dari hasil Situng ini diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan hasil resmi penghitungan suara, katena aumber data yang digunakan Situng adalah formulir C1 yang memuat data-data perhitungan suara riil di tiap TPS.


formulir C1 itu akan di-scan oleh operator dan akan ditampilkan di website dan di-entri datanya. Artinya, data yang muncurl merupakan  data yang ada di TPS. Kendati demikian hasil Situng bukanlah hasil pengehitungan suara resmi dari KPU.


"Ini hanya pembanding, hasil resmi tetap ditentukan berdasarkan penghitungan secara rekapitulasi," katanya
(Mhq/kpu-sumsel/hupmas)

Palembang, sumsel.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan menggelar bimbingan teknis pelatihan operator (Sisten Perhitungan Suara) untuk KPU kabupaten/kota se Sumsel di hotel 101 Palembang, 14-16 Mei 2017).


Komisioner KPU Sumsel Divisi Teknis, Liza Lizuarni saat membuka Bimtek tersebut mengatakan, aplikasi Situng  merupakan salah satu upaya KPU dalam menyajikan data yang transparansi dan akuntabel kepada publik.

"Dengan aplikasi ini kita berharap Sumsel menjadi salah satu provinsi yang bisa menyelasaikan pengiriman data situng dalam waktu 24 jam sesuai target KPU RI. Kalau bisa, kita menjadi yang tercepat dalam hal ini," tegas Liza.


Menurutnya, keinginan tersebut sangat masuk akal, mengingat Sumsel bukanlah provinsi yang memilik terlalu banyak Kabupaten/kota, jangkauan daerah nya juga tidak terlalu berat.  

Operator yang telah mendapat Bimtek hari ini diharapkan segera mentransformasi ilmunya ke PPK/PPS. 

 

"Upayakan setiap wilayah jangan hanya satu operator Situng, terutama di daerah yang sulit dijangkau. Tempatkan operator minimal berjarak 2 jam perjalanan dari server, agar lebih mudah mengambil tindakan bila terjadi kendala," katanya.


Dia melanjutkan tahun 2018 dan Tahun 2019 merupakan tahun politik bagi bangsa indonesia. Tahun 2018 akan diselenggaran Pemilihan Kepala Daerah Serentak di 17 Provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota. Sedangkan di Tahun 2019 akan  diselenggaran Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

"Sumatera Selatan sendiri akan dilaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dan/atau pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di 9 (sembilan) kabupaten/kota," katanya.

Pemungutan dan penghitungan suara merupakan tahapan puncak dari suatu proses Pemilihan, baik Pilkada maupun Pemilu.  Untuk itu sejak tahun 2015 KPU memperkenalkan Aplikasi Sistem Penghitungan Suara (SITUNG). "Dengan adanya SITUNG ini merupakan wujud dari komitmen KPU untuk menyajikan data secara transparan dan akuntabel kepada publik," katanya.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada Pilkada serentak Tahun 2015, Aplikasi SITUNG sudah mengalami berbagai perubahan. Untuk memudahkan operator SITUNG dalam penggunaannya. 

"KPU Provinsi Sumatera Selatan sebagai penyelenggara Pilkada 2018 di Sumatera Selatan, menganggap perlu melakukan pelatihan atau bimtek lanjutan mengenai penggunaan SITUNG Pilkada 2018 ini.  Agar saat penggunaannya nanti rekan-rekan operator situng di tingkat kabupaten/kota dapat menggunakan aplikasi SITUNG ini secara optimal," katanya.

Sementara itu Kabag Hukum Teknis dan Hupmas Sekretariat KPU Sumsel, Abdullah mengatakan, dasar hukum kegiatan ini adalah UU nomor 1 tahun 2015, UU nomor 7 tahun 2017 dan PKPU nomor 8 2018 tentang pemungutan dan penghitungan suara.

Peserta merupakan komisioner KPU kabupaten kota, Kasubag teknis, dan operator situng sekretariat KPU Kabupaten/kota. "Melalui kegiatan ini diharapkan menambah pengetehuan, keterampilan dan memberikan pemahaman yang sama pada komisioner, kasubbag teknis dan operator Situng dalam hal penggunaan aplikasi Situng. Sehingga saat pelaksanaan nanti dapat berjakan lancar," katanya. (Mhq/KPU-Sumsel/Hupmas)

Palembang, sumsel.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan semakin gencar mengajak pemilih pemula berpartisipasi pada pemilihan kepala daerah serentak 27 Juni 2018 Mendatang. 


Kali ini, Senin (14/5/2018) tim sosialisasi KPU Sumsel memberikan pendidikan pemilih pada ratusan mahasiswa, pelajar dan dosen di universitas Taman Siswa Palembang.


Selaku pemateri, Komisioner KPU Sumsel divisi teknis Liza Lizuarni menyampaikan, dalam pemilihan  gubernur, bupati/wali kota sekarang ini, masyarakat bukan sekedar memiliki hak memilih. Tapi punya tanggang jawab yang besar untuk memilihkan pemimpin terbaik bagi daerah nya.


"Ayo selamatkan Sumatera Selatan, dengan cara menyalurkan hak pilih pada 27 Juni nanti, satu suara sangat berarti demi sumsel lebih baik," katanya didampingi Alex Abdullah komisioner KPU Sumsek divisi hukum.


Jadilah pemilih yang cerdas, karena hanya pemilih yang cerdas akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Untuk menjadi pemilih yang cerdas ada beberapa hal yang harus dilakukan, pahami pentingnya menyalurkan pilihan, kemudian pastikan diri terdaftar sebagai pemilih tetap. Kemudian, kenali calon-calon nya, pilih sesuai hati nurani dan terakhir awasi prosesi pemilihan hingga pasca pemilihan. 


"Ajak sanak keluarga, tetangga dan semua masyarakat menyalurkan hak pilih, Sumsel butuh bantuan kita untuk dipilihkan pemimpin yang terbaik," katanya.


Para peserta sangat antusias mengikuti sosialisasi. Bahkan saat sesi tanya jawab, pemilih pemula ini terlihat aktif ingin pengetahuan lebih tentang pemilu. Mereka juga dapat menjawab dengan baik semua quiz yang diajukan oleh pemateri.


"Meski sebagai pemilih pemula, ternyata pengetahuan nya tentang pemilu sangat baik. Melihat antusias ini, kami yakin partisipasi pemili di Sumsel akan meningkat," pungkasnya.


(mhq/kpu-sumsel/hupmas

Palembang, sumsel.kpu.go.id - Pemilihan Duta KPU Sumsel 2018 usai sudah, Fio Alfarruk dan Evlin Sabrina dinobatkan sebagai Duta KPU Sumsel 2018 -2023 pada  grand final pemilihan Duta KPU yang digelar Komisi Pemilihan Umum Sumsel dan Zetizen, Ahad (13/5/2018) di Palembang Icon.
Ketua KPU Sumsel H.Aspahani diwakili Sekretaris KPU Sumsel H. M.S Sumarwan dalan kata sambutannya mengatakan, pemilihan duta KPU pemilih tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosialisasi KPU Sumsel terhadap pemilih pemula. Tindak lanjut dari kegiatan KPU Goes to Campus, KPU Goes to school, KPU Gerbek Kampung dan rangkaian sosialisasi lainnya.

"Melalui Duta KPU ini, diharapkan dapat menekan angka Golput dan meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur 2018 dan Pemilu 2019," katanya.
Sementara itu, komisioner divisi SDM dan Parmas Ahmad Naafi mengatakan setelah terpilih Duta KPU punya tugas cukup berat. Mereka menjadi sumber informasi bagi masyarakat terkait persoalan pemilih. "Mereka akan menjadi rujukan, tempat masyarakat bertanya dan memberikan solusi bagi masyarakat yang mengalami kesulitan terkait hak dan kewajibannya sebagai pemilih," jelas Ahmad Naafi didampingi komisioner Heny Susantih dan Liza Lizuarni.
Berbekal pengetahuan saat dikarantina, tugas tersebut tidak akan sulit bagi duta KPU. Mereka telah dibekali secara detil seluk beluk pemilu. Tinggal lagi mentransformasi ilmu mereka kepada masyarakat.

"Setelah terpilih,  duta KPU akan dilibatkan pada setiap tahapan dan sosialisasi Pemilu, khususnya untuk para pemula," ungkapnya.
Ahmad Naafi yang juga merupakan salah satu juri dalan pemilihan Duta KPU ini menjelaskan, selain pengetahuan tentang pemilu yang menjadi penilaian utama pada ajang ini, brain, atitude dan action yang mencerminkan generasi muda yang energik dan cerminan penyelenggara pemilu.

"Semua saling melengkapi, brain, action dan atitude mesti dimiliki, karena tugas duta KPU cerminan dari penyelenggara pemilu yang menjalankan amanat bangsa. Mesti memiliki keterampilan, atitude dan kecerdasan untuk menyukseskan pemilu," tutupnya.
Turut hadir dalam grand final duta KPU ini, Runner UP IV putri indonesia Adlina Nadhila Maharani selaku juru sekaligus membacakan pemenang pada ajang ini. Penampilan penyanyi Ray Mbayang, Arnold Leonard dan Evra ikut menambah kemeriahan ajang pemilihan duta KPU tersebur. (Mhq/kpu-sumsel/hupmas)

Banyuasin, sumsel.kpu.go.id - Guna mengingatkan masyarakat pentingnya menyalurkan hak pilih, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel menggelar sosialisasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumsel di perkampungan nelayan Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Sabtu (12/5/2018).
 
Ratusan warga nelayan Sungsang terlihat sangat antusias menyambut kedatangan tim sosialisasi dari KPU Sumsel. Mereka rela puasa melaut pada hari itu dan meninggalkan dagangan demi mendapatkan pendidikan pemilih dari KPU Sumsel.
 
"Sepanjang berdiri nya kabupten Banyuasin, ini adalah kali pertama daerah kami dikunjungi tim sosialisasi KPU. Ini merupakan surprise dan catatan sejarah buat kami warga perairan Sungsang," ujar camat Sungsang Sofian Permana.
 
Dia juga berharap agar sosialisasi pentingnya pemilu tidak dilakukan sekali ini saja. Karena, masih banyak warga yang butuh pemahaman Pemilu, apalagi dijelaskan oleh ahlinya langsung. "Kami harap sosialisasi yang dilakukan bukan lah yang pertama dan terakhir, kami masih sangat butuh bimbingan untuk meluruskan paradigma masyarakat akan pentingnya menyalurkan hak pilih," katanya.
 
Dalam sosialisasi tersebut, Komisioner KPU Sumsel divisi SDM dan Parmas Ahmad Naafi bersama komisioner divisi teknis Liza Lizuarni mengenalkan empat pasangan calon gubernur yang akan bertarung di Pilkada Sumsel. Mereka juga menjelaskan tahapan-tahapan pemilu, syarat menjadi pemilih dan bagaimana bersikap cerdas dalam memilih pemimpin.
 
Ahmad Naafi menjelaskan,  berpartisipasi dalam Pemilu sangat penting, karana 5 menit di TPS menentukan nasib daerah lima tahun ke depan. Pilkada ini penting karena 
menyangkut cita-cita semua untuk maju, masyarakat diberi kebebasan memilih pemimpin yang mempunyai visi dan misi sesuai dengan keinginan masyarakat. 
 
"Mulai dari sekarang, sosialisasikan hal ini pada keluarga, kerabat dan tetangga, luangkan waktu pada 27 Juni mendatang, datang ke TPS salurkan pilihan," katanya.
 
Dia melanjutkan, ada beberapa hal yang mesti dilakukan dalam pemilu, pertama pastikan sudah terdaftar sebagai pemilih tetap, kemudian kenali calon-calonnya, di sini ada Herman Deru-Mawardi Yahya, Saifuddin Aswari Rifai-Irwansyah, Ishak Mekki-Yudha Pratomo serta Dodi Reza-Giri Ramanda, lihat dan pelajari visi program mereka.
Selanjutnya, luangkan waktu datang ke TPS, pastikan nama sudah terdaftar, pahami syarat sah pencoblosan dan turut berpartisipasi aktif pasca pemilihan. 
 
"Berbeda pilihan itu biasa, tapi kerukunan tetap dijaga. Siapapun yang kemudian ditetapkan sebagai pemimpin itulah yang terbaik pilihan rakyat," katanya.
 
Dia juga mengingatkan warga agar tidak terlibat dalam kecurangan pilkada, jangan coba-coba mencoblos dua kali di TPS yang sama atau TPS berbeda, jangan juga mengarahkan orang yang tidak memiliki hak pilih melakukan pencoblosan. Akibatnya fatal, bisa dikenakan kurungan penjara dan denda ratusan juta.
"KPU berupaya transparan, independent dan akuntabel dalam menyelenggarakan Pemilu, instansi terkait seperti Panwas dan Kepolisian juga terlibat aktif. Kita tidak ingin ada konflik Pemilu di Banyuasin. Peran warga  sangat diaharapkan dalan menciptakan Pemilu yang aman dan berkualitas," ujarnya.
 
 
Sementara itu Komisioner Devisi Teknis Liza Lizuarni menambahkan, hanya dalam Pemilu  suara masyarakat setara dengan sara bupati, gubernur bahkan presiden sekalipun. Semuanya memiliki hak yang sama untuk menentukan pilihan. Ini adalah kesempatan bagi semua warga dalam menentukan seperti apa pembangunan daerah kedepan.
 
"Memilih bukan sekedar hak setiap masyarakat, tapi juga  tanggung jawab dalam memajukan daerah.
Sumsel butuh bantuan seluruh warga untuk memilihkan pemimpin yang terbaik," katanya.
 
Untuk itu, masyarakat dituntut menjadi pemilih yang cerdas agar menghasilkan pemimpin yang berkualitas.  "Karena hanya pemilih yang cerdas yang tahu apa alasan dia memilih, tahu siapa yang akan dipilih dan tahu bagaimana cara nya memilih," katanya.
 
Dengan sosialisasi ini diharapkan, partisipasi pemilih khususnya di wilayah perkampungan nelayan meningkat dari sebelumnya. "Catat tanggal nya 27 Juni 2018, siapkanlah dari awal, luangkan waktu menyalurkan pilihan, demi Sumsel lebih baik," katanya.
 
Pada kesempatan itu, juga digelar tanya jawab antara warga dengan pemateri. Dilanjutkan dengan kuis dan bagi-bagi souvenir KPU Sumsel.
 
Di luar acara, komisioner KPU Sumsel dan Sekretaris KPU Sumsel Sumarwan juga menyempatkan diri mendatangi rumah-rumah warga. Memastikan warga sudah tahu kalau 27 Juni 2018 adalah hari pencoblosan.
"Alhamdulillah, meski lokasinya cukup jauh dari pusat kota, tapi antusias warga untuk berpartisipasi dalam pemilu sangat tinggi," kata Sumarwan.
 
Tinggal lagi digencarkan sosialisasi berjenjang, mereka yang sudah mendapat sosialisasi agar menularkan pengetahuannya pada yang lain dan sererusnya. "Melihat antusias warga, kami yakin partisipasi pemilih di Sungsang akan meningkat," katanya.
 
(Mha/kpu-hupmas)

Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Selatan

Jalan Pangeran Ratu Jakabaring Palembang

Telp/Fax : (0711) 514435

Photo Gallery

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech