Share Facebook Share WA

Kelly Mariana : Sekolah Demokrasi Ogan Ilir Patut Dicontoh Kabupaten Lain

Kelly Mariana : Sekolah Demokrasi Ogan Ilir Patut Dicontoh Kabupaten Lain
Tanggal 2018-11-15 Post : Humas
Share Facebook Share WA

Ogan Ilir, sumsel.kpu.go.id

Sebanyak 120 siswa sekolah demokrasi Komisi Pemilihan Umum Daerah Ogan Ilir diwisuda. Acara yang berlangsung digedung Caram Seguguk komplek perkantoran terpadu (KPT) Tanjung Senai, Kabupaten Ogan Ilir Kamis (15/11).

Ketua KPUD Ogan Ilir An Nahir siswa yang dipilih untuk mengikuti sekolah demokrasi ini dari usia 17 tahun keatas yang sesuai dari hasil rapat ke putusan pleno.

“Ya, dari hasil keputusan rapat pleno disepakti yang masih daun mudah yang masih pemilih pemula dan aktivis yang kita pilih dengan tujuan agar bisa mensosialikasikan tahap pemilu dan program KPU yang lebih baik,” katanya dilansir dari detik sumsel.com.

Ia menambahkan dalam sekolah demokrasi ini ada 3 kelas yang tergabung seluruh lapasian organisasi yang mengikuti sekolah demokrasi.

“Siswa yang ikut dari berbagai organisasi sampai tokoh masyarakat dan untuk penilaian dari kita lihat dari jumlah hadir dan penguasaan materi yang berupa pengetahuan demokrasi, sejarah demokrasi, tahapan pemilu dan sistem pemilu di Indonesia,”terangnya.

Lanjutnya An nahir menuturkan ditahun 2019 nantinya akan diadakan kembali sekolah demokrasi tahap ke II nantinya.

“Kita nantinya akan mengadakan kembali sekolah Demokrasi tahap ke II untuk penambahan kelas nantinya akan dilihat kembali apakah pihak pemda akan menambahkan anggaran atau tidak jika ditambahkan nantinya akan tambah kembali jumlah kelasnya,”tungkasnya.

Sementara ketua KPU Provinsi Sumsel Kelly Marlina mengatakan sangat bangga dengan KPU Ogan Ilir yang baru pertama kali mengadakan sekolah demokrasi di Sumsel ini.

“Kita sangat bangga dengan KPU OI yang sudah mengadakan sekolah Demokrasi ini yang berlangsung selama 12 pertemuan dan ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten kota juga dalam mengadakan sekolah ini yang dinilai sangat bagus dalam kemajuan demokrasi,”ujarnya.

Ia menambahkan pihak KPU provinsi akan berkoordinasi dengan KPU Kabupaten kota lainnya di Sumsel ini dalam mengadakan sekolah Demokrasi.

“Ya, nanti kita akan berkoordinasi dengan KPU Kabupaten kota lainnya untuk ikut mengadakan sekolah demokrasi juga untuk kemajuan demokrasi,”pungkasnya. 

(Mhq/humas/kpu-sumsel)

 

sumsel.com.

Ia menambahkan dalam sekolah demokrasi ini ada 3 kelas yang tergabung seluruh lapasian organisasi yang mengikuti sekolah demokrasi.

“Siswa yang ikut dari berbagai organisasi sampai tokoh masyarakat dan untuk penilaian dari kita lihat dari jumlah hadir dan penguasaan materi yang berupa pengetahuan demokrasi, sejarah demokrasi, tahapan pemilu dan sistem pemilu di Indonesia,”terangnya.

Lanjutnya An nahir menuturkan ditahun 2019 nantinya akan diadakan kembali sekolah demokrasi tahap ke II nantinya.

“Kita nantinya akan mengadakan kembali sekolah Demokrasi tahap ke II untuk penambahan kelas nantinya akan dilihat kembali apakah pihak pemda akan menambahkan anggaran atau tidak jika ditambahkan nantinya akan tambah kembali jumlah kelasnya,”tungkasnya.

Sementara ketua KPU Provinsi Sumsel Kelly Marlina mengatakan sangat bangga dengan KPU Ogan Ilir yang baru pertama kali mengadakan sekolah demokrasi di Sumsel ini.

“Kita sangat bangga dengan KPU OI yang sudah mengadakan sekolah Demokrasi ini yang berlangsung selama 12 pertemuan dan ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten kota juga dalam mengadakan sekolah ini yang dinilai sangat bagus dalam kemajuan demokrasi,”ujarnya.

Ia menambahkan pihak KPU provinsi akan berkoordinasi dengan KPU Kabupaten kota lainnya di Sumsel ini dalam mengadakan sekolah Demokrasi.

“Ya, nanti kita akan berkoordinasi dengan KPU Kabupaten kota lainnya untuk ikut mengadakan sekolah demokrasi juga untuk kemajuan demokrasi,”pungkasnya. 

(Mhq/humas/kpu-sumsel)

 

">