Share Facebook Share WA

509 Calon Komisioner KPU Kabupaten/Kota se Sumsel Jalani Tes Psikologi

509 Calon Komisioner KPU Kabupaten/Kota se Sumsel Jalani Tes Psikologi
Tanggal 2018-11-21 Post : Humas
Share Facebook Share WA

Palembang, sumsel.kpu.go.id

Setelah lolos seleksi tes kemampuan dasar dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), 509 calon komisioner KPU 17 Kabupaten/kota se Sumsel mulai menjalani tes psikologi di Rumah Sakit Jiwa Ernaldi  Bahar, Palembang, Rabu-Kamis (21-22/11/2018).

 

 

Sekretaris KPU Sumsel MS Sumarwan Dalam kata sambutannya mengatakan, tes psikologi ini merupakan rangkaian tahapan seleksi yang harus dijalani oleh calon komisioner KPU Kabupaten/kota. Guna menyaring orang-orang  terbaik dari yang terbaik untuk mengisi kursi KPU.

"Kami ucapkan selamat pada calon komisioner KPU Kabupaten Kota yang telah lulus CAT, semoga dapat menyelesaikan tes psikologi ini dengan baik," ucapnya didampingi Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana, Komisioner Hendri Daya Putra dan para Tim Seleksi dari masing-masing zona.

Sementara itu Kepala Instalasi Humas dan Pengaduan Rumah Sakit Ernaldi Bahar Iwan Andhyantoro, MPsi mengatakan, secara umum tes psikotes pada dua hari ini guna mengetahui seperti apa IQ peserta, kepribadian dan irama kerja peserta. 

"Tesnya  secara umum tertulis dan wawancara,  ada juga diskusi kelompokntuk. Hasil tes ini akan diketahui sekira satu minggu kedepan, sebagai rekomendasi ke Tim Sel dan KPU Sumsel," katanya.

Dalam melakukan tes psikologi ini Rumah Sakit Ernaldi Bahar menurunkan 24 psikolog ditambah 10 asisten dari rumah sakit itu sendiri dan Himpunan Psikologi Seluruh Indonesia. "Pastinya mereka adalah orang-orang yang berkompeten di bidang ini," jelasnya.

 

Sementara itu Ketua Tim Seleksi Calon Komisioner KPU Kabupaten/Kota Zona I Anisatul Mardiah mengatakan, sebelumnya para peserta telah melewati tahapan tes administrasi dan CAT yang menerapkan sistem gugur. Setelah tes psikologi nanti, akan dilanjutkan tes kesehatan, kemudian wawancara. 

"Pada prinsipnya kita bukan hanya mencari orang yang pintar, tapi orang yang berintegritas dan mampu bekerja kolektif milenial atau bekerja secara kelompok," katanya.

Seluruh kegiatan atau pun menjalankan suatu proses dalam berorganisasi,semuanya berpijak pada kebersamaan, melibatkan semua anggota.

Pengambilan keputusan berdasarkan kesepakatan bersama melalui musyawarah secara berjenjang, satu sama lain saling melengkapi, masalah internal dan eksternal diputuskan dalam pleno. 

 

"KPU belum butuh orang yang a One Man Show, misalkan yang di divisi teknis maunya mengurusi teknis saja, divisi lain tidak dipedulikan, yang divisi hukum taunya hukum saja, tidak bisa seperti itu," ungkapnya.

Semua prodak KPU adalah tanggung jawab bersama. Kecuali yang menyangkut masalah pribadi, seprti penyalahgunaan wewenang, atau jabatan, tentunya tidak masuk Kolektif Kolegial, tapi tanggung jawab pribadi.

"Melalui rangakain selekai ini, kami ingin mencari yang terbaik dari yang terbaik dan memenuhi kriteria untuk jadi anggota KPU Sumsel," katanya.

(Mhq/humas-kpu sumsel)

 

 

 

sumsel.kpu.go.id

Setelah lolos seleksi tes kemampuan dasar dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), 509 calon komisioner KPU 17 Kabupaten/kota se Sumsel mulai menjalani tes psikologi di Rumah Sakit Jiwa Ernaldi  Bahar, Palembang, Rabu-Kamis (21-22/11/2018).

 

 

Sekretaris KPU Sumsel MS Sumarwan Dalam kata sambutannya mengatakan, tes psikologi ini merupakan rangkaian tahapan seleksi yang harus dijalani oleh calon komisioner KPU Kabupaten/kota. Guna menyaring orang-orang  terbaik dari yang terbaik untuk mengisi kursi KPU.

"Kami ucapkan selamat pada calon komisioner KPU Kabupaten Kota yang telah lulus CAT, semoga dapat menyelesaikan tes psikologi ini dengan baik," ucapnya didampingi Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana, Komisioner Hendri Daya Putra dan para Tim Seleksi dari masing-masing zona.

Sementara itu Kepala Instalasi Humas dan Pengaduan Rumah Sakit Ernaldi Bahar Iwan Andhyantoro, MPsi mengatakan, secara umum tes psikotes pada dua hari ini guna mengetahui seperti apa IQ peserta, kepribadian dan irama kerja peserta. 

"Tesnya  secara umum tertulis dan wawancara,  ada juga diskusi kelompokntuk. Hasil tes ini akan diketahui sekira satu minggu kedepan, sebagai rekomendasi ke Tim Sel dan KPU Sumsel," katanya.

Dalam melakukan tes psikologi ini Rumah Sakit Ernaldi Bahar menurunkan 24 psikolog ditambah 10 asisten dari rumah sakit itu sendiri dan Himpunan Psikologi Seluruh Indonesia. "Pastinya mereka adalah orang-orang yang berkompeten di bidang ini," jelasnya.

 

Sementara itu Ketua Tim Seleksi Calon Komisioner KPU Kabupaten/Kota Zona I Anisatul Mardiah mengatakan, sebelumnya para peserta telah melewati tahapan tes administrasi dan CAT yang menerapkan sistem gugur. Setelah tes psikologi nanti, akan dilanjutkan tes kesehatan, kemudian wawancara. 

"Pada prinsipnya kita bukan hanya mencari orang yang pintar, tapi orang yang berintegritas dan mampu bekerja kolektif milenial atau bekerja secara kelompok," katanya.

Seluruh kegiatan atau pun menjalankan suatu proses dalam berorganisasi,semuanya berpijak pada kebersamaan, melibatkan semua anggota.

Pengambilan keputusan berdasarkan kesepakatan bersama melalui musyawarah secara berjenjang, satu sama lain saling melengkapi, masalah internal dan eksternal diputuskan dalam pleno. 

 

"KPU belum butuh orang yang a One Man Show, misalkan yang di divisi teknis maunya mengurusi teknis saja, divisi lain tidak dipedulikan, yang divisi hukum taunya hukum saja, tidak bisa seperti itu," ungkapnya.

Semua prodak KPU adalah tanggung jawab bersama. Kecuali yang menyangkut masalah pribadi, seprti penyalahgunaan wewenang, atau jabatan, tentunya tidak masuk Kolektif Kolegial, tapi tanggung jawab pribadi.

"Melalui rangakain selekai ini, kami ingin mencari yang terbaik dari yang terbaik dan memenuhi kriteria untuk jadi anggota KPU Sumsel," katanya.

(Mhq/humas-kpu sumsel)

 

 

 

">