Share Facebook Share WA

Jaga Keamanan Pemilu, KPU Sumsel Audiens ke Polda Sumsel

Jaga Keamanan Pemilu, KPU Sumsel Audiens ke Polda Sumsel
Tanggal 2018-11-29 Post : Humas
Share Facebook Share WA

Palembang, sumsel.kpu.go.id 

 

Guna menciptakan Pemilu 2019 yang berintegritas aman dan kondusif, Komisioner KPU Sumatera Selatan melakukan audiense ke Markas Polisi Daerah (Mapolda) Sumatera Selatan, Kamis (29/11/2018).

 

Kedatangan ketua KPU Sumsel Kelly Mariana didampingi Komisioner Amrah Muslimin, Hepriyadi, Hendri Daya Putra dan Kabag Keuangan Umum Logistik Sekretariat KPU Sumsel Haslinda itu, disambut hangat oleh Kapolda Sumsel Irjend  Pol Zulkarnain di ruang kerjanya.

 

Pada kesempatan tersebut , Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana berharap peran serta pihak Kepolisian dalan menjaga proses Pemilu 2019 berjalan dengan aman dan kondusif hingga akhir.

"Kami mohon dukungannya untuk menciptakan Pemilu yang aman," peran serta pihak kepolisian sangat kami harapkan," katanya.

 

Terlebih, lanjut Kelly, Pemilu kali ini sedikit berbeda dengan Pemilu sebelumnya, karena setiap pemilih akan mendapat lima surat suara (Pilpres, DPD, DPRD Pusat, DPRD, Provinsi dan DPRD Kota, red) tentunya harus kerja lebih ekstra. "Kalau Pemilu sebelumnya hanya empat, sekarang jadi lima surat suara," katanya.

 

Mantan Komisioner KPU Sumsel 2008-2013 tersebut melanjutkan, ketika Pemilu masih empat kertas suara panitia harus bekerja lembur hingga pukul 03.00 pagi dan penjagaan ekstra ketat dari pihak kepolisian, saat perhitungan suara.

"Apalagi sekarang lima surat suara dengan  jumlah pemilih dan TPS juga bertambah, kita mesti kerja keras untuk menyukseskan Pemilu ini bersama-sama," katanya.

 

Sementara itu Kapolda Sumsel Irjend Pol Zulkarnain mengatakan, pihak kepolisian sangat berkomitmen menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pihak kemanan dalam menciptakan Pemilu yang kondusif. 

"Kami di kepolisian mempunyai empat tugas pengamanan dalam menyukseskan Pemilu. Diantaranya mengamankan penyelenggara, mengamankan jadwal atau time line tahapan Pemilu agar berjalan tepat waktu dan mengamankan logistik. Logistik yang dimaksud bukan hanya surat suara tapi seluruh peralatan dan perlengkapan yang berkenaan dengan Pemilu," katanya.

 

Kapolda melanjutkan pada prinsipnya, pihaknya  sangat berkepentingan dengan KPU dalam menjaga stabilitas kemanan selama KPU, karena sukses tidak nya Pemilu, 70 persen nya tergantung dengan netralitas penyelenggra.

"Terjadi nya konflik Pemilu salah satunya dipicu karena penyelenggara tidak netral, baik itu KPU atau Bawaslu. Jaga terus netralitas dan kami selalu siapendampingi KPU dalam mewujudkan Pemilu damai dan kondusif," katanya.

 

(Mhq/humas-KPU/Sumsel)

sumsel.kpu.go.id 

 

Guna menciptakan Pemilu 2019 yang berintegritas aman dan kondusif, Komisioner KPU Sumatera Selatan melakukan audiense ke Markas Polisi Daerah (Mapolda) Sumatera Selatan, Kamis (29/11/2018).

 

Kedatangan ketua KPU Sumsel Kelly Mariana didampingi Komisioner Amrah Muslimin, Hepriyadi, Hendri Daya Putra dan Kabag Keuangan Umum Logistik Sekretariat KPU Sumsel Haslinda itu, disambut hangat oleh Kapolda Sumsel Irjend  Pol Zulkarnain di ruang kerjanya.

 

Pada kesempatan tersebut , Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana berharap peran serta pihak Kepolisian dalan menjaga proses Pemilu 2019 berjalan dengan aman dan kondusif hingga akhir.

"Kami mohon dukungannya untuk menciptakan Pemilu yang aman," peran serta pihak kepolisian sangat kami harapkan," katanya.

 

Terlebih, lanjut Kelly, Pemilu kali ini sedikit berbeda dengan Pemilu sebelumnya, karena setiap pemilih akan mendapat lima surat suara (Pilpres, DPD, DPRD Pusat, DPRD, Provinsi dan DPRD Kota, red) tentunya harus kerja lebih ekstra. "Kalau Pemilu sebelumnya hanya empat, sekarang jadi lima surat suara," katanya.

 

Mantan Komisioner KPU Sumsel 2008-2013 tersebut melanjutkan, ketika Pemilu masih empat kertas suara panitia harus bekerja lembur hingga pukul 03.00 pagi dan penjagaan ekstra ketat dari pihak kepolisian, saat perhitungan suara.

"Apalagi sekarang lima surat suara dengan  jumlah pemilih dan TPS juga bertambah, kita mesti kerja keras untuk menyukseskan Pemilu ini bersama-sama," katanya.

 

Sementara itu Kapolda Sumsel Irjend Pol Zulkarnain mengatakan, pihak kepolisian sangat berkomitmen menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pihak kemanan dalam menciptakan Pemilu yang kondusif. 

"Kami di kepolisian mempunyai empat tugas pengamanan dalam menyukseskan Pemilu. Diantaranya mengamankan penyelenggara, mengamankan jadwal atau time line tahapan Pemilu agar berjalan tepat waktu dan mengamankan logistik. Logistik yang dimaksud bukan hanya surat suara tapi seluruh peralatan dan perlengkapan yang berkenaan dengan Pemilu," katanya.

 

Kapolda melanjutkan pada prinsipnya, pihaknya  sangat berkepentingan dengan KPU dalam menjaga stabilitas kemanan selama KPU, karena sukses tidak nya Pemilu, 70 persen nya tergantung dengan netralitas penyelenggra.

"Terjadi nya konflik Pemilu salah satunya dipicu karena penyelenggara tidak netral, baik itu KPU atau Bawaslu. Jaga terus netralitas dan kami selalu siapendampingi KPU dalam mewujudkan Pemilu damai dan kondusif," katanya.

 

(Mhq/humas-KPU/Sumsel)

">