Share Facebook Share WA

Sosilisasi Pilgub di Kampung Nelayan Sungsang, KPU Sumsel Ukir Sejarah Baru

Sosilisasi Pilgub di Kampung Nelayan Sungsang, KPU Sumsel Ukir Sejarah Baru
Tanggal 2018-05-12 Post : Humas
Share Facebook Share WA

Banyuasin Guna mengingatkan masyarakat pentingnya menyalurkn hak pilih, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel menggelar sosialisasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumsel di perkampungan nelayan Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Sabtu (12/5/2018). Ratusan warga nelayan Sungsang terlihat sangat antusias menyambut kedatangan tim sosialisasi dari KPU Sumsel. Mereka rela puasa meluat pada hari itu dan meninggalkan dagangan demi mendapatkan pendidikan pemilih dari KPU Sumsel. "Sepanjang berdiri nya kabupten Banyuasin, ini adalah kali pertama daerah kami  dikunjungi tim sosialisasi KPU. Ini merupakan surprise dan catatan sejarah buat kami warga perairan Sungsang," ujar camat Sungsang Sofian Permana. Dia juga berharap agar sosialisasi pentingnya pemilu tidak dilakukan sekali ini saja. Karena, masih banyak warga yang butuh pemahaman Pemilu, apalagi dijelaskan oleh ahlinya langsung. "Kami harap sosialisasi yang dilakukan bukan lah yang pertama dan terakhir, kami masih sangat butuh bimbingan untuk meluruskan paradigan masyarakat akan pentingnya menyalurkan hak pilih," katanya. Dalam sosialisasi tersebut, Komisioner KPU Sumsel devisi SDM dan Parmas Ahmad Naafi bersama komisioner devisi teknis Liza Lizuarni mengenalkan empat pasangan calon gubernur yang akan bertarung di Pilkada Sumsel. Mereka juga menjelaskan tahapan-tahapan pemilu, syarat menjadi pemilih dan bagaimana bersikap cerdas dalam memilih pemimpin. Ahmad Naafi menjelaskan,  berpartisipasi dalam Pemilu sangat penting, karana 5 menit di TPS menentukan nasib daerah lima tahun ke depan. Pilkada ini penting karena  menyangkut cita-cita semua untuk maju, masyarakat diberi kebebasan memilih pemimpin yang mempunyai visi dan misi sesuai dengan keinginan masyarakat.  "Mulai dari sekarang, sosialisasikan hal ini pada keluarga, kerabat dan tetangga, luangkan waktu pada 27 Juni mendatang, datang ke TPS salurkan pilihan," katanya. Dia melanjutakan, ada beberapa hal yang mesti dilakukan dalam pemilu, pertama pastikan sudah terdaftar sebagai pemilih tetap, kemudian kenali calon-calonnya, di sini ada Herman Deru-Mawardi Yahya, Aswari Rifai-Irwansyah, Ishak Meki-Yudha Pratomo serta Dodi Reza-Giri Ramanda, lihat dan pelajaro visi program mereka.  Selanjutnya, luangkan waktu datang ke TPS, pastikan nama sudah terdaftar, fahami syarat sah pencoblosan dan turut berpartisipasi aktif pasca pemilihan.  "Berbeda pilihan itu biasa, tapi kerukunan tetap dijaga. Siapapun yang kemudina ditetapkan sebagai pemimpin itulah yang terbaik pilihan rakyat," katanya. Dia juga mengingatkan warga agar tidak terlibat dalam kecurangan pilkada, jangan coba-coba mencoblos dua kali di TPS yang sama atau TPS berbeda, jangan juga mengarahkan orang yang tidak memiliki hak pilih melakukan pencoblosan. Akibatnya fatal, bisa dikenakan kurungan penjara dan denda ratusan juta. "KPU berupaya transparan, indepnden dan akuntabel dalan menyelenggarakan Pemilu, instansi terkait seperti Panwas dan Kepolisian juga terlibat aktif. Kita tidak ingin ada konflik Pemilu di Banyuasin. Peran warga  sangat diaharpkan dalan menciptakab Pemilu yang aman dan berkualitas," ujarnya. Sementara itu Komisioner Devisi Teknis Liza Lizuarni menambahkan, hanya dalam Pemilu  suara masyarakat setara dengan sara bupati, gubernur bahkan presiden sekalipun. Semuanya memiliki hak yang sama untuk menentukan pilihan. Ini adalah kesempatan bagi semua warga dalam menentukan seperti apa pembangunan daerah kedepan. "Memilih bukan sekedar hak setiap masyarakat, tapi juga  tanggung jawab dalam memajukan daerah. Sumsel butuh bantuan seluruh warga untuk memilihkan pemimpin yang terbaik," katanya. Untuk itu, masyarakat dituntut menjadi pemilih yang cerdas agar menghasilkan pemimpin yang berkualitas.  "Karena hanya pemilih yang cerdas yang tahu apa alasan dia memilih, tahu siapa yang akan dipilih dan tahu bagaimana cara nya memilih," katanya. Dengan sosialisasi ini diharapkan, partisipasi pemilih khususnya di wilayah perkampungan nelayan meningkat dari sebelumnya. "Catat tanggal nya 27 Juni 2017, siapkanlah dari awal, luangkan waktu menyalurkan pilihan, demi Sumsel lebih baik," katanya. Pada kesempatan itu, juga digelar tanya jawab antara warga dengan pemateri. Dilanjutkan dengan kuis dan bagi-bagi souvenir KPU Sumsel. Di luar acara, komisioner KPU Sumsel dan Sekretaris KPU Sumsel Sumarwan juga menyempatkan diri mendatangi rumah-rumah warga. Memastikan warga sudah tahu kalau 27 Juni 2018 adalah hari pencoblosan. "Alhamdulillah, meski lokasinya cukup jauh dari pusat kota, tapi antusias warga untuk berpartisipasi dalam pemilu sanagat tinggi," kata Sumarwan. Tinggal lagi digencarkan sosialisasi berjenjang, mereka yang sudah mendapat sosialisasi agar menularkan pengetahuannya pada yang lain dan sererusnya. "Melihat antusias warga, kami yakin partisipasi pemilih di Sungsang akan meningkat," katanya. (Mha/kpu-hupmas) [14/5 08.58] Mewan Haqulana: Pemilihan Duta KPU Sumsel 2018 usai sudah, Fio Alfarruk  dan Evlin Sabrina   dinobatkan sebagai Duta KPU Sumsel 2018 -2023 pada  grand final pemilihan Duta  KPU yang digelar Komisi Pemilihan Umum Sumsel dan Netizen, Ahad (13/5/2018) di Palembang Icon. Ketua KPU Sumsel Aspahani diwakili Sekretaris KPU Sumsel Sumarwan dalan kata sambutannya mengatakan,  pemilihan duta KPU pemilih tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosialisasi KPU Sumsel terhadap pemilih pemula. Tindak lanjut dari kegiatan KPU Goes to Campus, KPU Goes to school, KPU Gerbek Kampung dan rangkaian sosialisasi lainnya. "Melalui Duta KPU ini, diharapkan dapat menekan angka Golput dan meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan gubernur 2018 dan Pemilu 2019," katanya. Sementara itu, komisioner devisi SDM dan Parmas Ahmad Naafi mengatakan setelah terpilih Duta KPU punya tugas cukup berat. Merka menjadi sumber informasi bagi masyarakat terkait persoalan pemilih. "Mereka akan menjadi rujukan, tempat masyarakat bertanya dan memberikan solusi bagi masyarakat yangvmengalani kesulitan terkait hak dan kewajibannya sebagai pemilih," jelas Ahmad Naffi didampingi komisioner Henny Susantih dan Liza Lizuarni. Berbekal pengetahuan saat dikarantina, tugas tersebut tidak akan sulit bagi duta KPU. Mereka telah dibekali secara detil seluk beluk pemilu. Tinggal lagi mentransformasi ilmu mereka kepada masyarakat. "Setelah terpilih,  duta KPU akan dilibatkan pada setiap tahapan dan sosialisasi Pemilu, khususnya untuk para pemula," ungkapnya. Ahmad Naafi yang juga merupakan salah satu juri dalan pemilihan Duta KPU ini menjelaskan, selain pengetahuan tentang pemilu  yang menjadi penilaian utama pasa ajang ini, brain, atitude dan action yang mencerminkan generasi muda yang energik dan cerminan penyelenggara pemilu.  "Semua saling melengkapi, brain, action dan atitude mesti dimiliki, karena tugas duta KPU cerminab dari penyelnggara pemilu yang menjalankan amanat bangsa. Mesti memiliki keterampilan, atitude dan kecerdasan untuk menyukseskna pemilu," tutupnya. Turut hadir dalam grand final duta KPU ini, Runner UP IV putri indonesia Adlina Nadhila Maharani selaku juru sekaligus membacakan pemenang pada ajang ini. Penampilan penyanyi Ray Mbayang, Arnold Leonard dan Evra ikut menambah kemeriahan ajang pemilihan duta KPU tersebur. (Mhq/kpu-sumsel/hupmas)