Share Facebook Share WA

Demokrasi Sehat Lahirkan Pemimpin Pro Rakyat

Demokrasi Sehat Lahirkan Pemimpin Pro Rakyat
Tanggal 2019-08-18 Post : Humas
Share Facebook Share WA

Oleh : Drs. H.MS. Sumarwan,MM (Sekretaris KPU Provinsi Sumatera Selatan)

Ketegangan PEMILU Serentak telah kita lalui di tahun 2019 ini. Al hasil, Presiden Ir. Joko Widodo dan Prof Dr K.H Ma’ruf Amin terpilih menjadi Presiden RI dan Wakil Presiden RI periode 2019 – 2024. Ada satu hal yang perlu kita syukuri yakni rakyat Indonesia masih tetap bersatu meski suasana politik sempat memanas. Kemenangan pak Jokowi dan sikap kenegarawanan pak Prabowo telah memberikan Big Effect pada proses pembelajaran kontestasi demokrasi ini. Ini sejarah yang pantas ditulis dengan penuh kebanggaan. Setidaknya mengingatkan kita pada pesan leluhur abad ke-6 dahulu. “Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharmma Mangrwa”, Berbeda-beda namun satu jua, tiada kebenaran yang mendua (Tantular, Kitab Sutasoma Tahun 505 Masehi) Bangsa Indonesia telah terkenal akan kehebatannya. Para pahlawan kita tak gentar mengusir imperialisme Belanda sejak 4 abad silam. Selanjutnya pasca kemerdekaan, para founding fathers kita pun berhasil melewati masa kritis banyaknya pemberontakan dari dalam negeri. Serta kini kita telah melalui momen perpecahan diujung tanduk pada pemilu 2019 kemarin. Jika kita meminjam kalimat suci dalam Pembukaan UUD 1945 bahwasannya ini semua tidak lain “Atas Berkat Rahmat Allah, dan dengan didorong oleh keinginan luhur”. Oleh karenanya, marilah seluruh masyarakat Indonesia kita terus optimis menghadapi semua batu kerikil onak dan duri dalam hidup bernegara ini. Ayo kita ulangi hebatnya jiwa persatuan kita dalam menyongsong hajat demokrasi mendatang. Yakni pemilihan kepala daerah serentak pada tahun 2020 esok. Ada satu kutipan menarik yang ditulis oleh Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago.,M.IP dalam buku TITIK BALIK DEMOKRASI. “Pemilu menjadi tolak ukur yang paling jitu untuk mengetahui sejauh mana perjalanan bangsa dan negara dalam menjelmakan pendirian negara, yakni kesejahteraan dan kemakmuran”. Sebagaimana yang kita alami dinamika politik dalam Pemilu 2019 lalu. Serentak menjadi viral pelbagai jargon-jargon politik dari banyak Calon Legislatif di seluruh Indonesia. Siang dan malam pemirsa televisi diasupi visi-misi dengan hasrat pembaruan. Secara tak langsung, inilah edukasi politik buah dari penyelenggaraan Pemilu. Walaupun ada saja mereka yang naïf mengaku-ngaku paling merakyat, paling relijius atau paling milenial.               Merawat demokrasi bukanlah tugas dari KPU semata wayang. Bahkan peran publik amatlah menentukan dalam menjalani proses election yang dewasa. Kita ingat betul banyak bangsa di dunia yang berdarah-darah melaksanakan PEMILU bahkan berujung Chaos. Sebut saja, Negara Mesir pada tahun 2013. Tetangga kita Negara Thailand juga sampai berakhir dengan kudeta oleh Junta Militer. Betapa mahalnya kedewasaan politik bagi kita. Jangan sampai polarisasi politik di akar rumput berangkulan dengan kesenjangan ekonomi lantas memunculkan sikap politik yang beringas. Begitupun para elit partai, harapannya tak mudah diadu domba oleh bandit-bandit demokrasi. Apalagi esok kita rakyat akan menyongsong pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020. Secara emosional tentu pilkada serentak ini sangat dekat dengan suhu politik di daerah. Kekhawatiran kami sebagai penyelenggara PEMILU adalah meruncingnya fanatisme di daerah-daerah yang menggiring pada kekacauan. Oleh karenanya, pasukan yang pada pemilu kemarin perang terhadap hoax jangan sampai ‘mati-mesin’ di pilkada serentak esok.               Menghadirkan proses demokrasi yang sehat bukanlah pekerjaan yang sim salabim. Salah satu manifestasinya adalah penyelenggaraan pemilu nan sehat juga. Berat nian tugas ini, namun harus kita jalani. Penting untuk kita pahami, bahwa pemilu yang sehat harus berawal dari mindset yang benar. Yakni memandang bahwa pesta demokrasi ini sebagai ajang kontestasi gagasan. Mereka yang menjadi peserta Pemilu kudu berangkat dari ide yang mantap. Begitupun harapannya para pemilih harus memandang para calon pemimpin rakyat dari sudut pandang gagasannya.  

pilkada serentak ini harus melahirkan pemimpin yang sesuai dengan tuntutan zaman. Oleh karenanya, calon kepala daerah yang membawa gagasan, harus ditampilkan ke publik. Di era revolusi industri 4.0 saat ini, kita butuh pemimpin yang melek teknologi. Agar gagasan perubahan mereka bisa terdelivery secara tepat dan menjadi solusi bagi rakyat. Hajatan demokrasi inilah harusnya menjadi momentum bagi kita untuk melakukan shifting para penguasa feodal menjadi pemimpin yang egaliter dan efektif menghadapi fenomena disrupsi di banyak sektor kehidupan. Dalam buku DISRUPTION karya Prof Rhenald Kasali terdapat pesan yang dalam. “Perubahan bukan Cuma bergulir di dalam industry dan dunia usaha, melainkan juga sector pemerintahan. Berkat para Change Makers, nasib bangsa-bangsa telah berubah menjadi lebih baik”.

 

Banyak daerah-daerah yang meranjak  maju lantaran dikelola oleh kepala daerah yang di dalam darahnya mengalir semangat inovasi. Seperti kota Banyuwangi, Surabaya, Bantaeng, Gorontalo, Ubud dan lain-lain. Lalu kapan daerah kita bisa bangkit juga. Ayolah, kita bangun daerah kita dimulai dari partisipasi pada pilkada serentak nanti.

  • ketua kpu ri lantik paw kpu kota palembang

    jakarta, jumat, (06/12) bertempat di kpu ri, dilaksanakan acara pelantik


  • plt. sekretaris kpu sumsel hadiri sosialisasi sensus penduduk tahun 2020

    palembang, kamis. (05/11) plt. sekretaris kpu prov sumatera selatan meng



  • kpu sumsel gelar bimtek aplikasi silon

    palembang- rabu (4/12). menjelang tahapan pilada serentak tahun 2020, kpu pro


  • ketua kpu ri hadiri launching rumah pilkada 2020

    palembang, selasa (3/12) ketua kpu ri (arief budiman) beserta ketua kpu&



  • raker berkelanjutan pilkada serentak tahun 2020
    palembang, senin (2/12) kpu provinsi sumatera selatan melaksanakan rapat ke

  • evaluasi kode etik penyelenggara pemilu

    batam, minggu, (1/12) komisioner divisi hukum dan pengawasan (hepriyadi,


  • peringatan ke-48 korpri "orientasi birokrasi harus berubah"
    palembang- jumat. (29/11).  dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-4

  • Kontak Kami

    • +0711 - 514435
    • +0711 - 514435
    • Facebook
    • Twiter
    • Twiter
    • Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Selatan

      Alamat: Ps. Induk Jakabaring, Jl. Pangeran Ratu Blok B8, 15 Ulu, Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30257

    • kpusumse@yahoo.com
    • www.sumsel.kpu.go.id

    Statistik Pengunjung

    21404133

    Pengunjung hari ini : 27
    Total pengunjung : 78783

    Hits hari ini : 27
    Total Bulan ini : 4089

    Pengunjung Online: 5


    Facebook Like Box